Green and Great Earth With Us

Kreatif sampah mencoba memberikan solusi alternatif mewujudkan bumi yang hijau dan indah :) .

Together Is Better Than Alone

Menghijaukan Dunia ini Bersama-sama untuk dinikmati Bersama-sama, Tanpa Memandang Rasa dan Budaya, Bumi Kita Satu.

Warna-warni Kreativitas Indonesia

Kreativitas untuk menghijaukan Bumi ini tidak terbatas, mewujudkan Bumi yang selalu hijau disinari matahari dan langit biru yang saling melengkapi.

Bumi Cerminan Jiwa dan Hati Kita

Tak ada yang seindah hati dan jiwa, yang dicipatkan Tuhan untuk manusia. Tak ada yang lebih indah daripada Bumi yang diciptakan oleh Tuhan untuk saling menjaga dengan HATI dan JIWA.

Life Start Here

Semua berawal dari sini, dari bumi yang dipelihara bersama oleh generasi hijau untuk selalu mensyukuri nikmat Tuhan.

Kamis, 22 November 2012

"INOVASI BENGKEL" SEBAGAI DAYA DUKUNG LINGKUNGAN

 "INOVASI BENGKEL" SEBAGAI DAYA DUKUNG LINGKUNGAN
Oleh : Eko Agus Purnomo
Mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan
Politeknik Kesehatan Yogyakarta
--Sebuah Inovasi Baru dari Seorang Mahasiswa Kesehatan Lingkungan--

Blog Bengkel Lingkungan merupakan sebuah wadah untuk menggali dan memberikan/memperbaiki solusi masalah lingkungan dengan teknologi tepat guna. Blog ini dibuat guna bisa memberikan kontribusi terhadap bangsa maupun generasi muda khususnya bagi kamu yang Ngaku Cinta Lingkungan Indonesia! Pada saat ini banyak sekali kita melihat sampah dimanapun kita berada.

Gambar 1. Sebagian kecil kondisi lingkungan kita
Di seluruh dunia, orang menggunakan sekitar satu juta kantong plastik setiap menit. Ratusan ribu ikan paus dan penyu laut dan hewan laut lainnya mati setiap tahun dari kantong plastik untuk makanan salah. Kantong plastik tidak terurai, mereka photodegrade. Ini berarti mereka memecah menjadi potongan-potongan mungil dan mungil bit beracun yang mencemari udara, air, dan tanah. Banyak negara – termasuk Cina, India, Taiwan, Afrika Selatan, Somalia, Kenya, Uganda, Swiss, Jerman, Belanda, Norwegia, dan Spanyol – telah baik menyingkirkan kantong plastik sama sekali atau yang membuat orang membayar uang untuk mereka sehingga mereka menggunakannya kurang. Individu kota seperti San Fransisco juga melarang tas plastik. Seperti apakah kondisi di Negara Tercinta Ini?? Bisa dilihat sendiri....,banyak sekali masyarakat kita yang kurang sadar akan kondisi lingkungan, khususnya diderah kota-kota besar. Sering kali kita disana mudah menjumpai pemandangan pemukiman yang sangat kumuh. Pemukiman kumuh terbentuk sebagai akibat pertambahan penduduk yang bersumber dari derasnya arus perpindahan penduduk, baik melalui proses urbanisasi dari daerah pedesaan dan sekitarnya secara kontinum, maupun melalui proses migrasi pada umumnya. Daya tarik yang menyebabkan terjadinya perpindahan penduduk ke pusat-pusat kota, antara lain karena kota sebagai pusat pelayanan dengan berbagai kelengkapan fasilitasnya. Namun demikian kenyataan menunjukkan bahwa pertambahan penduduk yang relatif cepat di daerah tersebut tidak dapat diimbangi dengan perkembangan sarana dan prasarana kehidupan sosial ekonominya, sehingga mengakibatkan terjadinya berbagai kasus penyimpangan disiplin dan perilaku, kejahatan dan pelanggaran-pelanggaran norma sosial dan hukum oleh masyarakat pendatang atau kaum migran.
Oke, sekarang..Ayo kurangi masalah Tanpa sampah!!

Kamis, 11 Oktober 2012

Hanya DIA


Tiada keberuntungan yang sangat besar dalam hidup ini, kecuali orang yang tidak memiliki sandaran, selain bersandar kepada Allah. Dengan meyakini bahwa memang Allah-lah yang menguasai segala-galanya; mutlak, tidak ada satu celah pun yang luput dari kekuasaan Allah, tidak ada satu noktah sekecil apapun yang luput dari genggaman Allah. Total, sempurna, segala-galanya Allah yang membuat, Allah yang mengurus, Allah yang menguasai.
Adapun kita, manusia, diberi kebebasan untuk memilih, "Faalhamaha fujuraha wataqwaaha", "Dan sudah diilhamkan di hati manusia untuk memilih mana kebaikan dan mana keburukan". Potensi baik dan potensi buruk telah diberikan, kita tinggal memilih mana yang akan kita kembangkan dalam hidup ini. Oleh karena itu, jangan salahkan siapapun andaikata kita termasuk berkelakuan buruk dan terpuruk, kecuali dirinyalah yang memilih menjadi buruk, naudzubillah.
Sedangkan keberuntungan bagi orang-orang yang bersandarnya kepada Allah mengakibatkan dunia ini, atau siapapun, terlampau kecil untuk menjadi sandaran baginya. Sebab, seseorang yang bersandar pada sebuah tiang akan sangat takut tiangnya diambil, karena dia akan terguling, akan terjatuh. Bersandar kepada sebuah kursi, takut kursinya diambil. Begitulah orang-orang yang panik dalam kehidupan ini karena dia bersandar kepada kedudukannya, bersandar kepada hartanya, bersandar kepada penghasilannya, bersandar kepada kekuatan fisiknya, bersandar kepada depositonya, atau sandaran-sandaran yang lainnya.
Padahal, semua yang kita sandari sangat mudah bagi Allah (mengatakan ‘sangat mudah’ juga ini terlalu kurang etis), atau akan ‘sangat mudah sekali’ bagi Allah mengambil apa saja yang kita sandari. Namun, andaikata kita hanya bersandar kepada Allah yang menguasai setiap kejadian, "laa khaufun alaihim walahum yahjanun’, kita tidak pernah akan panik, Insya Allah.
Jabatan diambil, tak masalah, karena jaminan dari Allah tidak tergantung jabatan, kedudukan di kantor, di kampus, tapi kedudukan itu malah memperbudak diri kita, bahkan tidak jarang menjerumuskan dan menghinakan kita. kita lihat banyak orang terpuruk hina karena jabatannya. Maka, kalau kita bergantung pada kedudukan atau jabatan, kita akan takut kehilangannya. Akibatnya, kita akan berusaha mati-matian untuk mengamankannya dan terkadang sikap kita jadi jauh dari kearifan.
Tapi bagi orang yang bersandar kepada Allah dengan ikhlas, ‘ya silahkan ... Buat apa bagi saya jabatan, kalau jabatan itu tidak mendekatkan kepada Allah, tidak membuat saya terhormat dalam pandangan Allah?’ tidak apa-apa jabatan kita kecil dalam pandangan manusia, tapi besar dalam pandangan Allah karena kita dapat mempertanggungjawabkannya. Tidak apa-apa kita tidak mendapatkan pujian, penghormatan dari makhluk, tapi mendapat penghormatan yang besar dari Allah SWT. Percayalah walaupun kita punya gaji 10 juta, tidak sulit bagi Allah sehingga kita punya kebutuhan 12 juta. Kita punya gaji 15 juta, tapi oleh Allah diberi penyakit seharga 16 juta, sudah tekor itu.

Oleh karena itu, jangan bersandar kepada gaji atau pula bersandar kepada tabungan. Punya tabungan uang, mudah bagi Allah untuk mengambilnya. Cukup saja dibuat urusan sehingga kita harus mengganti dan lebih besar dari tabungan kita. Demi Allah, tidak ada yang harus kita gantungi selain hanya Allah saja. Punya bapak seorang pejabat, punya kekuasaan, mudah bagi Allah untuk memberikan penyakit yang membuat bapak kita tidak bisa melakukan apapun, sehingga jabatannya harus segera digantikan.
Punya suami gagah perkasa. Begitu kokohnya, lalu kita merasa aman dengan bersandar kepadanya, apa sulitnya bagi Allah membuat sang suami muntaber, akan sangat sulit berkelahi atau beladiri dalam keadaan muntaber. Atau Allah mengirimkan nyamuk Aides Aigepty betina, lalu menggigitnya sehingga terjangkit demam berdarah, maka lemahlah dirinya. Jangankan untuk membela orang lain, membela dirinya sendiri juga sudah sulit, walaupun ia seorang jago beladiri karate.
Otak cerdas, tidak layak membuat kita bergantung pada otak kita. Cukup dengan kepleset menginjak kulit pisang kemudian terjatuh dengan kepala bagian belakang membentur tembok, bisa geger otak, koma, bahkan mati. Semakin kita bergantung pada sesuatu, semakin diperbudak. Oleh karena itu, para istri jangan terlalu bergantung pada suami. Karena suami bukanlah pemberi rizki, suami hanya salah satu jalan rizki dari Allah, suami setiap saat bisa tidak berdaya. Suami pergi ke kanotr, maka hendaknya istri menitipkannya kepada Allah.
"Wahai Allah, Engkaulah penguasa suami saya. Titip matanya agar terkendali, titip hartanya andai ada jatah rizki yang halal berkah bagi kami, tuntun supaya ia bisa ikhtiar di jalan-Mu, hingga berjumpa dengan keadaan jatah rizkinya yang barokah, tapi kalau tidak ada jatah rizkinya, tolong diadakan ya Allah, karena Engkaulah yang Maha Pembuka dan Penutup rizki, jadikan pekerjaannya menjadi amal shaleh."
Insya Allah suami pergei bekerja di back up oleh do’a sang istri, subhanallah. Sebuah keluarga yang sungguh-sungguh menyandarkan dirinya hanya kepada Allah. "Wamayatawakkalalallah fahuwa hasbu", (QS. At Thalaq [65] : 3). Yang hatinya bulat tanpa ada celah, tanpa ada retak, tanpa ada lubang sedikit pun ; Bulat, total, penuh, hatinya hanya kepada Allah, maka bakal dicukupi segala kebutuhannya. Allah Maha Pencemburu pada hambanya yang bergantung kepada makhluk, apalagi bergantung pada benda-benda mati. Mana mungkin? Sedangkan setiap makhluk ada dalam kekuasaan Allah. "Innallaaha ala kulli sai in kadir".
Oleh karena itu, harus bagi kita untuk terus menerus meminimalkan penggantungan. Karena makin banyak bergantung, siap-siap saja makin banyak kecewa. Sebab yang kita gantungi, "Lahaula wala quwata illa billaah" (tiada daya dan kekuatan yang dimilikinya kecuali atas kehendak Allah). Maka, sudah seharusnya hanya kepada Allah sajalah kita menggantungkan, kita menyandarkan segala sesuatu, dan sekali-kali tidak kepada yang lain, Insya Allah.
Bundel by  UGLY --- Jan '02

Selasa, 02 Oktober 2012

Terbaik Tidak Harus No.1


Alhamdulilah wasukhurilah... Banyak sekali hambatan dan rintangan untuk sebuah kemenangan yang tidak bisa dibeli. Pada Hari Rabu, 12 Sept 2012, pukul 09.00 - 11.00 WIB, 3 di Kampus FE Univ. Teknologi Yogyakarta Jl. Glagahsari No, 63 Yogyakarta. Disana dlm rangka memenuhi undgn dari Dinas Pendidikan Pemuda dan OlahRaga (Dikpora) Prop. DIY utk mempresentasikan hasil penelitian Lomba Inovasi Teknologi Mhs (LITM) Tahun 2012 yg telah selesai mereka lakukan. Akhirnya setelah sholat dhuhur di umumkan juga untuk juara di bidangnya masing-masing termasuk bidang pariwisata. Kemudian dengan hati yang prsah dgn yang di atas akhirya Kami mendapatkan scor tertinggi walaupun masuk kedalam juara tiga... Ini dia karya kami yang berjudul "Toilet Pintar" semoga bermanfaat...
Pengembangan Pariwisata Berwawasan Lingkungan BLOG

Liputan 6. Bank Sampah

Sosok minggu ini di Liputan 6. Bank Sampah. Mari kita simak.

Minggu, 30 September 2012

Lomba Iovasi Teknologi Mahasiswa 2012

Lomba Inovasi Teknologi Mahasiswa 2012
Oleh : Eko Agus Purnomo
Mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta
--Ilmu Tiada Berguna Ketika Kita Tidak Pernah Membaginya--

Sehubungan dengan adanya pengumuman dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Propinsi DIY tahun 2012 yang menyelenggarakan Lomba Inovasi Teknologi Mahasiswa tahun 2012 maka para mahasiswa yang berminat mengikuti kompetisi diharap dapat memperhatikan panduan proposal seperti terlampir dibawah. Ini dia Finalis Juara Lomba Inofasi Teknologi Mahasiswa 2012. 
Pengumuman LITM 2012. Lomba Inofasi Teknologi Mahasiswa 2012 Juga dimenangkan Mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di blog : kemahasiswaanpoltekkesjogjablogspot.com.


Rabu, 07 Desember 2011

Kontribusi Saka Bakti Husada dalam Desa Siaga

Berikut ini adalah materi yang disampaikan Tentang Kontribusi Saka Bakti Husada dalam Desa Siaga pada waktu acara PPS (Program Pengenalan Study) 2012. Berikut materinya :
Desa Siaga

Sabtu, 26 November 2011

Seminar "Manejemen Home Care" Di Rumah Sakit.

Berikut ini materi seminar keperawatan yang diselengagarakan HIMA Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dengan Tema "Manejemen Home Care" Di Rumah Sakit. Semoga bisa menambah wawasan khususnya bagi tenaga kesehatan Keperawatan..! Materi Seminar Home Care Revisi

Kamis, 13 Oktober 2011

Kita = Pemimpin

Latihan dasar kepemimpinan yang diselenggarakan oleh PPSDM kali ini bukan seperti LDK biasaya sangat banyak pengalaman dan relasi yang saya dapat dari kegiatan ini. Hingga akhirnya membawa saya mengemban amanah ini. Berikut laporan singkat yang saya buat :
Kita Pemimpin

Sabtu, 17 September 2011

Aksi Artis ASPA di HUT Asrama

Aksi anak-anak Asrama Putra Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dalam rangka HUT Asrama ke-38. Ini dia aksiknya.


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Light Green Pointer